Santri DafaClose

Sabtu, 04 Agustus 2018

Titik – Titik Terakhir


Titik – Titik Terakhir

Cantik, bagai embun yang di sayat
Berhembus tanfa nafas kehidupan
Si mungil yang imut
Terluka, terkujur, penuh lumuran darah
Tiada henti ia menjerit dalam hati
Memohonkan ampun

Bagai tangan kasar yang menyentuhnya
Adakah penyesalan
Dalam lubuk yang membawanya, karena
Kehilangan benih terbaiknya
Merasa sakit yang diderita sekejap
Tak luputkah ia

Pada akhir yang menemui
Pada waktu – waktu
Dimana tetesan – tetesan bening
Kan terkucur
Mengingatkan kembali kelalaian
Di lampau hari 

# FY
WhastApp Facebook Twitter Google+

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

© 2017 Santri Dafa | Theme by Mas Juni