Santri DafaClose

Senin, 20 Agustus 2018

Penetapan Idul Adha 1439 H di Sejumlah Negara


Penetapan Idul Adha 1439 H di Sejumlah Negara

■ Selasa, 21 Agustus 2018
◆ Aljazair
◆ Arab Saudi
◆ Bahrain
◆ Irak
◆ Kuwait
◆ Lebanon
◆ Lybia
◆ Mesir
◆ Oman
◆ Palestina
◆ Qatar
◆ Sudan
◆ Suriah
◆ Tunisia
◆ Turki
◆ Uni Emirat
     Arab
◆ Yaman
◆ Jordania

▪ Rabu, 22 Agustus 2018 
◆ Australia
◆ Afrika Selatan
◆ Bangladesh
◆ Brunei
◆ INDONESIA
◆ Inggris
◆ Iran
◆ Jepang
◆ Maladewa
◆ Malaysia
◆ Mauritania
◆ Maroko
◆ Nepal 
◆ Pakistan
◆ Singapura
◆ Sri Lanka

KOMPAS; Sabtu,18 Agustus 2018 hal.14, 
Sains, Lingkungan & Kesehatan

KAPAN SHOLAT 'IDUL ADHA

Assalamu 'alaikum wr wb,

Diingatkan dengan hormat kepada semua imam Masjid di seluruh Indonesia, bahwa hari raya qurban, 10 Dzulchijjah, di Indonesia terjadi pada hari Rabu 22 Agustus 2018. 

Oleh karena itu, diberitahukan dengan hormat pula, bahwa:

1. Puasa 'Arofah dilaksanakan pada hari Selasa 9 Dzulchijjah 1439 (21 Agustus 2018).

2. Sholat 'Idul Adha dilaksanakan pada hari Rabu 10 Dzulchijjah 1439 (22 Agustus 2018).

3. Masa takbiran khusus (hari raya) mulai maghrib Selasa 21 Agustus 2018 sampai ashar Sabtu 25 Agustus 2018.

4. Masa penyembelihan qurban adalah dari sesudah shalat hari raya tanggal 10 Dzulchijjah sampai dengan ashar Sabtu tgl 13 Dzulchijjah 1439 (tgl 22 sampai dengan tgl 25 Agustus 2018 M).

Adapun jika ada saudara kita sesama muslim dan berada di Indonesia yang berhari raya mengikuti Arab Saudi, maka harus dihormati dan tidak perlu dipermasalahkan.

Mengenai argumentasi mengapa kita berbeda dengan Arab Saudi, secara ringkas dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Dalam ilmu falak, penanggalan hijriy (berbasis perputaran rembulan), memang negeri-negeri yang berada di sebelah barat berpotensi "lebih dulu" melihat hilal.

2. Sejak mula, istilah hari ‘Arofah itu adalah tanggal  9 Dzulhijah, baik ada yang wukuf ataupun tidak.

3. Perintah puasa ‘Arafah adalah terkait dengan hari ‘Arofah (9 Dzulchijjah) bukan puasa karena adanya wuquf di ‘Arofah.

4. Puasa ‘Arofah sudah disyariatkan sejak tahun ke 2 Hijriyah, sedang ibadah haji (wuquf di 'Arafah) baru disyariatkan pada tahun ke 9 Hijriyah. Jadi selama 7 tahun, kaum muslimin puasa ‘Arafah tanpa memperhatikan adanya wuquf di 'Arafah.

5. Fakta ilmiah falakiyyah menunjukkan, bahwa negeri-negeri muslim terbagi dalam 2 wilayah mathla’ (tempat munculnya hilal) yang terkadang berbarengan terkadang berbeda.

Demikian juga perbedaan waktu antara satu negeri muslim di wilayah barat dengan negeri muslim di wilayah timur ada yang terpaut sampai 12 jam.
Karena itu, kalau shalat dan buka puasanya berdasar waktu di negeri masing-masing, kenapa kalau berhari raya harus ikut Arab Saudi?

6. Fakta historis, bahwa selama berabad-abad, kaum muslimin di dunia melaksanakan puasa 'Arofah (bahkan Ramadan) berpatokan pada penanggalan negara masing-masing.

7. Tidak ada dalil yang membedakan antara ketentuan ru’yat 'Idul Fithriy dengan 'Idul Adha, misalnya kalau 'Idul Fithriy boleh berdasar ru'yat negeri masing-masing, sedang kalau 'Idul Adha harus berdasar ru'yat Arab Saudi sebagai tuan rumah ibadah haji.

Demikian, terimakasih perhatiannya, mohon maaf segala khilaf dan salah...

Wassalamualaikum wr wb,
Facebook Twitter Google+

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

© 2017 Santri Dafa | Theme by Mas Juni