Santri DafaClose

Selasa, 07 Agustus 2018

Kenangan Dalam Penantian


Kenangan Dalam Penantian
( Iis Uniawati )

Kala redup malam menyambut hadir sang rembulan
Kala itu pula sejarah kembali di ungkapkan
Terlintas sosok yang pernah menjadi harapan
Namun sontak hati menolak untuk dingatkan

Tentang dia
Sosok yang meyakinkanku untuk bertahan
Bertahan meski terbang tanpa sayap yang utuh
Ya dia, sosok yang membuatku yakin bahwa dunia masih berpihak
Tapi entah mengapa, tanpa alasan pasti dia pula yang menyuruhku berhenti
Dia yang menyuruhku pergi
Dan dia pula yang menyuruhku merangkak diantara tangis – tangis kekecewaan

Bagai berharap mampu memetik bintang di siang hari
Bagai mengharap hadir mentari kala badai menyelimuti
Bagai menanti salju di kala musim panas
Mungkin seperti itulah aku dengannya

Dia yang beranjak, meninggalkan hati yang teramat mencinta
Dia yang pergi, meninggalkan jiwa yang teramat memuja
Namun di antara hujan dan mentari
Lembayung sore lebih membuatku tersiksa akan rindu

Senja ada, namun datangnya tak terasa dan pergi tiba – tiba
Senja ada, dalam hiruk pikuk yang menenangkan
Begitukah hadirku dalam hidupnya ?
Senja ada, namun malam lebih dia impikan dan pagi lebih dia nantikan
Mungkin sekarang, esok bahkan seterusnya

Tanpa batas masa yang menjadi harapan
Kita akan bersikap seolah senja tak pernah mempertemukan
Seolah embun tak pernah menyentuh dedaunan
Bahkan seolah hadirnya oksigen tak pernah dibutuhkan

Bagai angin yang datang hanya untuk pergi
Bukan untuk tinggal ataupun menemani
Bukan berarti perasaan berganti
Tetapi keadaan yang menuntutku pergi
Mungkin keberadaan tak pernah jadi harapan
Bagai angin yang tak dirindukan

Nyatanya dia keliru, sebab aku tak sehebat mentari
Yang berani terbit dan siap untuk terbenam

Kabilah Fatimah 

Facebook Twitter Google+

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

© 2017 Santri Dafa | Theme by Mas Juni