Santri DafaClose

Selasa, 05 Desember 2017

AKU TETAP CINTA WALAU KURASA PILU


Aku memang tak sehebat yang kamu bayangkan, tak sekuat yang kamu harapkan , dan tak sesempurna yang kamu inginkan. Aku tidak bisa menjadi yang terbaik yang kamu butuhkan..kamu memilih dia yang posisinya lebih dekat dariku,  yang memberikan nyaman padamu, yang meleburkan rindumu, meluluhkan kasihmu padahal akupun selalu berusaha memberikan semua itu padamu. Namun dia lebih beruntung daripada aku. Andai dia tahu kisah kita didepan kelas, mungkin dia tidak akan sejahat itu padaku mengucap cinta padamu. Kamu meninggalkan aku dengan hebatnya kamu tersenyum. Aku kagum akan kata-katamu yang tergambar jelas kamu mencintainya..kamu mencintai si laki-laki yang baru saja belum lama kamu kenal. Terendap lukaku karena terlalu dalam, terlalu jauh aku menempuh bahtera cinta. Air mataku tak kalah deras dengan air hujan yang turun amat bergemuruh, tak kuasa mataku membendung air mata kepedihan ini menerima kenyataan perpisahan ini. Ayoo banguun.. ayo banguun.. semua ini seperti mimpi bagiku bagaimana mungkin kamu bisa mencintai laki laki lain atas apa yang kamu katakan tentang masa depan yang telah kita rangkai. Kamu tega membuat luka di bekas luka yang telah kamu sembuhkan, berperih perih sakit hati ini.

Aku berjalan di atas air yang terpangku aspal.. tidaklah aku berpikir bagaimana itu bisa terjadi, yang terpikir di benakku hanya senyummu yang berseri sumber semangatku selama ini. Aku berlari di derasnya hujan berselimut angin…tidaklah aku merasakan kedinginan, yang aku rasakan hanyalah rasa rinduku padamu yang tak padam padahal telah usai kamu nodai. Aku dibalik barisan besi yang amat kuat menahanku untuk tidak keluar dari ruangan dimana aku bertahan untuk tidak meringis. Tidakk..tidak.. aku tidak menjerit sayang.. mulutku terlalu lemah untuk melakukannya, tapi hati ini yang berteriak lantang terus memanggil namamu berharap kamu menengokku yang berada tepat dibelakangmu lalu kamu kembali padaku..kembali pada pelukanku dan akan kugenggam erat tanganmu.

Jika kamu izinkan aku ingin berteduh dimatamu sejenak sajaa..untuk mengobati rindu yang kau abaikan.. mungkin selama ini. Aku masih tetap berharap rinduku bisa terbalaskan. Apakah kau tidak merasakan hal yang sama sepertiku, perihal rindu ini? Sedang apa kau disana sayang? Apa kau sedang bersamanya ?apa kau ingat aku yang sedang menari sendiri disini, tanpa kau temani ?tidakkah engkau tau hatiku terus bertanya-tanya tentang apa sang penyebab kau pergi dengan mudah..semudah kau menelan ludahmu. Apa arti cinta yang kamu maksud jika kamu menyakiti? Apa arti rindu yang kamu maksud jika cintapun kamu belum  pahami?

Ucapku untuk tidak mencintai yang lain selain kamu masih bergumam di mulutku, namun apa dayaku kedepannya, jika kamu yang kuberi kasih malah menempuh persinggahan baru tanpa memikirkan kenyamananku. Aku hampir kehilangan nafsu makanku karnamu, bahkan malamku riang penuh kenangan bersamamu yang membuat mataku berair tak bisa terpejam.

Aku sekarang berada didepan kelas hanya sendiri, sunyi, dan sepi seperti mati. Aku kehilangan hadirmu, aku sekarang hanyalah tuan yang tak berteman, padahal aku masih butuh kamu untuk meraih mimpi dan melunasi janji. Namun kamu tak perlu risau, tak perlu kamu khawatir tentang aku, aku cukup terlatih dengan keadaan yang seperti ini, aku sudah cukup perkasa memikul derita hati ini.
Selagi masih fajar sesuatu harus aku lakukan tanpa tepuk semangat darimu. Aku akan coba meraih bintang di angkasa sebanyak mungkin, aku akan berkelana di luasnya jagat raya, aku akan terbang setinggi yang kumampu. Aku percaya kau tulang rusuku suatu saat akan menemukan tubuh dan raga ini menjadi satu kesatuan lalu kita akan bersama mencari ketenangan dalam kebahagiaan. Suatu hari nanti kita akan merangkai bait-bait puisi bersama menceritakan perjalanan yang melelahkan ini dan kita akan menikmati senyuman untuk melengkapi kisah ini. Tidak ada dendam dihatiku, tidak ada benci di hasratku. Aku hanya mencari cara bagaimana caranya membuatmu bangga menjadi bagian hidupku.

By : IbHam
Facebook Twitter Google+

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

© 2017 Santri Dafa | Theme by Mas Juni