Santri DafaClose

Sabtu, 20 Mei 2017

FITRAH CINTA



Assalamualaikum remaja santri.... perbincangan kita kali ini akan  berbisik-bisik mengenai cinta. Sobat disini saya tidak akan memperbincangkan tentang definisi cinta. Mengapa demikian? Karna tidak akan adaa definisi baku tentang cinta, Allah memberikan cinta dan menyerahkan definisinya kepada masing-masing kita. Allah tidak akan memaksa suatu hati karna setiap hati kita berbeda. Maka dari itu cinta tidak akan muncul apabila tidak dirasa.

Cinta adalah sebuah anugerah yang Allah berikan kepada setiap hati makhluknya. Sebagai manusia yang memiliki akal kita harus dapat menempatkan fitrah cinta tersebut kepada Allah swt. Dan manusia yang tepat, manusia yang dapat membimbing kita meraih kebahagiaan dunia dan akhirat yakni Rasulullah SAW. Untuk menempatkan cinta tersebut kita harus mengikuti ajaran Rasulullah SAW dan menjauhi semua laranganya. Semua hobby, semua hal yang jita sukai tentu boleh kita lakukan asalkan jangan sampai manghalangi kepada kecintaan hakiki yakni Allah dan Rasulnya. 

Jika kamu mencintai Allah, maka kamu pasti mencintai Rasulnya. Jika kamu mencintai rasul, maka rahmatnya pasti selalu menyertaimu. Jika rahmatnya telah menyertaimu, maka tindakanmu, perbuatanmu, tingkah lakumu akan selaras dengan Rasuullah saw. Rasul mencintai ummatnya dan setiap ummatnya adalah seorang muslim, setiap muslim itu bersaudara apalagi jika satu iman, satu akidah, satu tujuan. Adapun yang digunakan sebagai metode untuk berdakwah maupun berbuat amal sholeh akan menjadi saksi diyaumil akhir.

Nah sobat.... kalian bisa menyimpulkan sendiri apa yang telah kita perbincangkan tadi, Allah swt berfirman :
ٱللَّهُ يَتَوَفَّى ٱلۡأَنفُسَ حِينَ مَوۡتِهَا وَٱلَّتِي لَمۡ تَمُتۡ فِي مَنَامِهَاۖ فَيُمۡسِكُ ٱلَّتِي قَضَىٰ عَلَيۡهَا ٱلۡمَوۡتَ وَيُرۡسِلُ ٱلۡأُخۡرَىٰٓ إِلَىٰٓ أَجَلٖ مُّسَمًّىۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَتَفَكَّرُونَ ٤٢
“Allah memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur,  maka Dia tahan nyawa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.” ( QS. Az-zumar : 42 ).
Sekian dari saya semoga bermanfaat.
Wassalamualaikum WR WB
Sumber : Ust. Roni Syahroni S.Pd.I

Muharram, Fikri Habibullah. Tuhan Izinkan Aku Pacaran. Jakarta : Gema Insani. 2013


WhastApp Facebook Twitter Google+

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

© 2017 Santri Dafa | Theme by Mas Juni