Santri DafaClose

Kamis, 16 Februari 2017

KHITOBAHAN VERSI DARUL FALAH



Assalamualaikum WR WB

Hai sobat santri, untuk pembahasan kali ini Ane tertarik membahas tentang khitobahan. Ane terinspirasi oleh khitobahan malam jumat kemarin, menurut Ane khitobahan itu sangat unik berbeda dari khitobahan- khitobahan sebelumnya. Uniknya adalah khitobahan kali ini semua acaranya menggunakan Bahasa sunda. Tapi Anengnya Ane tidak akan membicarakan khitobahan minggu kemarin.

Mendengar kata Bahasa sunda Ane pernah membaca sebuah artikel dalam koran harian, ada yang menyatakan bahwa Bahasa sunda ini sudah hampir punah artinya Bahasa ini sudah jarang dipakai masyarakat local. Ibu muda dizaman ini mengajarkan anak-anaknya berbicara dengan menggunakan Bahasa Indonesia. Mereka tergiur oleh ngtrendnya, gaulnya, kerenya berbahasa Indonesia. Memang benar sebagai warga negara Indonesia kita diwajibkan untuk lancar berbahasa Indonesia dengan baik dan benar tetapi kita juga tidak boleh menghilangkan Bahasa budaya local kita sendiri. Mereka ibu-ibu muda justru menyerahkan pendidikan tersebut kepada pihak sekolah, padahal menurut Ane, sekolah itu hanyalah sebuah sarana untuk mengeembang potensi dan kemampuan seseorang yang sudah diajarkan oleh orang tuanya dirumah.

Yahh………… malah bicara soal ibu-ibu mda dehh. Okeh kita kembali kepada pembahasan kita tentang khitobahan .

Apa sih khitobahan itu? Khitobahan versi Darul Falah yaitu sebuah acara pengajian dimana semua santriwan dan santriwati berkumpul disatu tempat seperti masjid, tapi tetep pake  HIJAB ( penghalang antara laki-laki dan perempuan ). dalam acara ini beberapa santri bertugas sebagai panitia khitobahan. Panitia khitobahan inipun selalu berganti-ganti sesuai dengan yang dijadwalkan oleh pengurus khitobahan sebelumnya. Dalam acara iniAda beberapa acara yang akan dibawakan oleh MC ( master of ceremony) yaitu seperti:

1. Pembacaan Tilawah dan Sari Tilawah
Dalam acara ini ada 2 orang panitia akan membacakan ayat suci Al-Quran yang berkaitan dengan acara inti khitobahan tersebut yang kemudian disusul oleh pantia kedua yang membacakan terjemahan dari ayat Al-Quran yang telah dibacakan tadi.

2. Lantunan Sholawat
Ini adalah acara yang paling seru menurut Ane. Ada 2-3 orang yang akan melantunkan sholawat yang kemudian diikuti oleh para mustami’ ( pendengar ), acara ini akan lebih seru lagi jika diiringi oleh band kepret DAFA.

3. Sambutan Kepanitiaan
Nah, acara kali ini satu orang panitia maju kedepan untuk menyampaikan sambutan-sambutanya mewakili panitia yang lainya. Tapi Anengnya dari mingu ke minggu hanya ada 3 kalimat inti dalam sambutan panitia yaitu terima kasih, mohon maaf, dan semoga lebih baik. Kami belum mendapatkan ide untuk merenovasi 3 kalimat tadi. Mungkin ada masukan yang bisa merenovasi 3 kalimat tadi.

4. Acara Inti
Acara inti khitobahan versi Darul Falah yaitu ceramah, tausiah, pidato, kultum atau yang lainya. Tema khitobahan iini tergantung tema yang akan dibawakan oleh mubaligh atau mubalighoh yang telah mempersiapkan dirinya dan materinya dari minggu sebelumnya.

5. Do’a
Acara terakhir dalam setiap acara termasuk khitobahan yaitu adalah do’a. doa itu menandakan bahwa setiap makhluk membutuhkan Allah meskipun telah terselesaikanya sebuah acara. Allah sangat menyukai setiap hamba yang selalu meminta kepadanya dan telah disebutkan dalam QS.Al-Baqarah : 2 “Allah adalah tempat meminta”.

Lalu apa sih manfaat dari khitobahan? Menurut Ane manfaat khitobahan yaitu kita para santri akan mengaplikasikan langsung ke muka umum apa yang telah dipelajari di pondok pesantren Darul Falah ini. Seperti contoh, di ponpes DAFA ini kami diajarkan berbagai macam lagu qiroat dan murotal kemudian pada malam khitobahan santri yang kebagian tugas akan mengaplikasikanya dalam acara pembacaan tilawah. Manfaat yang lainya seperti untuk menguji, melatih dan mengembangkan mental dan bakat beerbicara para santri agar jika telah terjun ke masyarakat langsung tidak gugup algi untuk membagi ilmunya yang telah diterima dari guru-gurunya.

Bisa atau tidakYakinlah pasti kita bisa
Semuanya itu perlu kita coba 
Untuk hal yang positif kenapa tidak
Bukankah bisa itu karna terbiasa
Untuk jadi yang terbaik harus ada usaha
Dan usaha harus dengan doa
Bagaimana hasilnya Tergantung usaha dan diri kita
Apabila telah gagal, apa masalahnya
Setidaknya telah berikhtiyar tinggal tawakkal aja



WhastApp Facebook Twitter Google+

4 komentar:

  1. Santri DF, semoga jadi golongan umat yang sedikit tapi berkualitas, generasi bangsa yang akan membangun Islam dan Indonesia dengan keahlian masing2

    BalasHapus
  2. aamiin......... begitupun dengan para santri yang lainya.

    BalasHapus

© 2017 Santri Dafa | Theme by Mas Juni